Kamis, 19 Januari 2012

Oleh-oleh dari Ketapang

 Ketapang

Halo para blogger. kemarin kami tak sengaja hunting foto tak sengaja sekalian lah jalan-jalan. Ada dua tempat menarik yang di kunjungi. Yang pertama Tanjung Belandang dan yang kedua Pantai Sungai Jawi. dan ini saya bawakan oleh-oleh. Silakan dinikmati



Foto itu diambil di Tanjung Belandang, sebuah tanjung yang terletak di….pesisir Ketapang (ya iyalah!). Suasana di tanjung itu sendiri lumayan damai. Ada beberapa gazebo di sana. Sayangnya tidak terawat. Menurut penuturan kawan yang dinas di sana, awalnya gazebo itu dibangun untuk mefasilitasi mereka yang ingin bersantap ria menikmati hasil laut khas Ketapang, Ale-ale. Bacanya e kecil, bukan alE-alE. Tapi entah bagaimana kelanjutannya, hanya sedikit yang bertahan. Ale-ale sendiri adalah kerang besar yang enak. Teksturnya kenyal dan rasanya gurih. Nikmat sekali disantap dengan latar suara ombak. Berikut fotonya




Satu kilo Ale-ale ini dijual seharga 10k. Kami beli 5 kilo. Sekilas terlihat banyak. tapi ga juga. Karena ditimbang dengan kulitnya yang lumayan berat. Tapi lumayan mengenyangkan. Setelah menyantap itu, saya udah ga kuat lagi makan nasi. Bahkan salah seorang kawan ada yang bilang pusing.


Foto di atas diambil di Pantai Sungai Jawi. Kalo di Tanjung Belandang banyak gazebo, di Sungai Jawi murni pantai. Ga ada saran pendukung yang saya lihat. Tapi mungkin itu menariknya. Kealamian. Di sekitarnya hanya ada rumah-rumah penduduk. Saya juga jadi berpikir jangan-jangan itu halaman orang lagi yang kami samperin :D 

Berikut foto-foto lainnya yang saya ambil





Yak, sekian dulu oleh-olehnya. Bagi yang ingin ke Ketapang, silakan mengunjungi dua tempat itu. Lumayan untuk menyegarkan jiwa
Berbicara tentang pantai dan laut, entah kenapa saya selalu merasa damai. Apa karena bunyi deburan ombaknya? Ato hembusan anginnya? Atau cakrawala yang jauh di sana? Entahlah. Bagaimana dengan kalian?

Syair gulung nya kota ketapang


 Pengertian 
 
Semula sastra ini diberi nama : Kengkarangan,yang artinya sesuatu yang dikarang karang. Ada juga menyebutnya syair layang karena isinya hanya selayang pandang. Lama kelamaan karena syair tersebut selalu digulung dan digantung pada paruh burung kertas dipuncak kekayun*),maka akhirnya disebut Syair Gulung.
Syair gulung merupakan syair temporer yang bercerita untuk suatu acara dan pada suatu waktu tertentu. Syair ini hanya untuk sekali pakai saja.Syair gulung untuk upacara 17 Agustus tak bisa dibacakan untuk upacara Maulid Nabi. Syair gulung untuk perkawinan Ali dengan Siti Rape’ah tak bisa dibacakan pada perkawinan Aminah dengan Usman dst.dst.Jelasnya kalau mengambil istilah Pertanian maka syair gulung merupakan bibit tanaman yang hanya untuk sekali tanam saja (one generation only)
Penulis syair gulung sendiri tak pernah belajar dengan sungguh sungguh pada penyair sebelumnya. Penulis syair gulung hanya berbekal bakat saja.Hanya untuk pelantun memang perlu belajar dengan pelantun yang senior.
Sedang “kekuatan” syair gulung sendiri tergantung sepenuhnya kepada wawasan sang penyair. Kalau penyair itu hanya berdiam didesa/dusunnya dan tak pernah keluar,maka isi syairnya hanya bercerita seputar desanya saja. Demikian pula kalau penyair hanya seorang pegawai rendahan,maka isi syairnya hanya seputar levelnya saja.Demikian pula disiplin ilmu yang dimiliki oleh sang penyair sangat berpengaruh terhadap isi dan kekuatan syairnya.
Idealnya seorang penyair memang harus mempunyai wawasan yang cukup luas.Wawasan ini bisa diperoleh dari bangku sekolah/kuliah dan bisa juga dengan otodidak seperti banyak membaca dan mempelajari budaya Melayu dll. yang kelak bisa dituangkannya didalam syair gulung.

Contoh Syair Gulung
Syair gulung dimulai dengan puji pujian kepada Allh,Rasul serta para sahabat seperti pada permulaan pidato atau khutbah seperti contoh berikut ini:
Bismillah itu permulaan qalam
Dengan name Allah Haliqul ‘Alam
Memberi syafaat siang dan malam
Kepade Mahluk seisi ‘alam
Alhamdulillah mule dikate
Memuji Allah Tuhan semiste
Empat puji ade beserte
Semua terpulang pade Allah Ta’ale
Ashshala tu washshala mu’ala Saidine
Pesuruh Allah Tuhan Rabbane
Dielah penghulu alim sempurne
Menyuruh beriman tiade line
Wa’alaihi wa syahbihi yang ade
Melaksanekan Perintah menjujung Sabde
Laki perempuan tue dan mude
Sedikit tiade Syak didade
Setelah pembukaan,maka disampaikan isinya yang menjelaskan
tentang maksud dan tujuan acara seperti :
Adepun maksud serte tujuan
Utin Sumarni make mengundang
Walimah buat putri kesayangan
Duduk bersanding dipelaminan
Para pelaksana atau panitia pelaksana juga disebut namanya agar
mereka merasa dihargai oleh tuan rumah sepeti :
Rempah merempah ibu Kartini
Dibantu oleh Istina dan Jumalati
Beserte Hajjah Omra, dan Hajjah Nemi
Bersama pula Aswan dan Ani
Selanjutnya disampaikan juga pesan pesan seperti:
Khusus kepade anande berdue
Dalam hadist Nabi bersabde
Kawin mencukupi setengah agame
Sisanya dicukupkan dengan iman dan taqwe
Kepade masyarakat dengarkan kami
Kalian sekedear menjadi kuli
Paling tinggi jadi kerani
Gantikan tole didalam bui
Lebih baik kalian berladang
Menanam padi dan tanaman perkebunan
Masa depan ade cadangan
Anak cucu dapat merasakan
Kritikan atau sindiran diselipkan juga dalam syair gulung,baik
secara halus maupun terang terangan:
Ilegal logging perlu dibasmi
Agar hutan kembali lestari
Kami bertanya pada bapak polisi
Benarkah tak terima sopoi atau komisi?
Tim tim pemberantasan banyak dibentuk
Mengejar perambah hutan hingga tersantuk
Yang dipelabuhan dudok mengantuk
Kayu lewat ditarik tackboot .
Perambahan hutan makin meriah
Hutan lindung ikut dirambah
Mengatasinya sebenarnya mudah
Cukup menangkap situkang tadah.
Namun ape yang terjadi
Banyak dialami kaum lelaki
Diundang mengaji takut sekali
Pura pura kesakitan gigi
Tapi sekarang ape kejadian
Penghulu memanggil penganten perempuan
Untuk dudok dan ikut menyaksikan
Apakah ini yang Nabi ajarkan ?
Kalau melawat orang meninggal dunia
Banyak Ibu ibu berbaju hitam segala
Itu meniru Yahudu wan Nasara
Sangat dilarang oleh Nabi kita
Debagai penutup selain memohon maap atas nama tuan rumah atau panitia
Pelaksanan serta mohon maap atas dirinya kalau isi syair atau pelaksanaan
upaca terdapat hal hal yang tidak sepatunya.Kemudian syair ditutup dengan
Wassalamu’alakum.
Sekianlah dulu kami bermadah
Mohon maap kate yang salah
Wabillahi taufik wal hidayah
Wassalamu’alaikum warahmatullah